Selasa, 03 Juni 2014

HIPNOTIS

Berita mengenai korban hipnotis makin marak akhir-akhir ini. Korbannya bisa dari berbagai lapisan usia dan golongan. Mengapa fenomena hipnotis ini makin marak? Pertama, mudahnya mengakses cara-cara mempelajari hipnotis, bahkan gratis. Kedua, kegiatan hipnotis terangkat karena beberapa siaran televisi yang menayangkan praktek hipnotis. Sebut saja Uya Kuya dan Tommy Rafael yang menjadi master hipnotis. Tayangan mereka di televisi banyak diminati orang. Hipnotis atau hipnosis adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Cara-cara mempraktekkannya bisa melalui media (seperti bandul) maupun tanpa media. Metode hipnotis ini ada dua macam, yaitu sleep trans hipnosis (korban dalam keadaan tidur) dan waking trans hipnosis (korban dalam keadaan mata terbuka). Ilmu lain yang mirip dengan hipnotis adalah gendam. Ilmu gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain, kekuatan sebenarnya ada pada olah kebatinannya disertai keyakinan yang kuat, sehingga tercipta energi dahsyat yang dapat memanipulasi kehendak orang yang menjadi sasaran. Kedua ilmu ini banyak dipakai oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatan. Para korbannya tanpa disadari menyerahkan benda-benda berharga seperti uang dan perhiasan, sesuai dengan yang diminta si penghipnotis atau si penggendam. Berbagai macam bentuk hipnotis atau gendam yang biasa dipakai: Melalui telpon atau handphone, si penelpon mengucapkan kata-kata yang diulang-ulang, sehingga di penerima telpon akan terhipnotis melalui kata-kata orang tersebut yang meminta untuk mentransferkan sejumlah uang ke rekening penelpon; Melalui tepukan di pundak. Orang yang ditepuk akan terkena gendam, dan menyerahkan semua barang berharganya kepada orang tak dikenal yang memintanya; Melalui asap rokok, di mana asap yang terhisap oleh seseorang akan membuatnya tak sadarkan diri dan menuruti kemauan si perokok tersebut; dan berbagai bentuk lainnya. Orang Kristen Kena Hipnotis Orang mungkin beranggapan, bahwa kalau dia seorang Kristen apalagi hamba Tuhan, maka otomatis tidak akan bisa menjadi korban hipnotis. Namun benarkah demikian? Dalam kenyataan di lapangan, justru salah satu korban hipnotis adalah seorang penginjil atau hamba Tuhan. Mengapa bisa terjadi? Bukankah ”... sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4). Memang benar. Hanya saja bila kita perhatikan, kenyataannya ada juga hamba Tuhan yang menjadi korban. Dari permasalahan ini kita dapat berasumsi demikian: Pertama, jika kehidupan rohani kita tidak diisi oleh firman Allah dan doa, maka seorang hamba Tuhan pun dapat menjadi korban (bandingkan Matius 12:44-45). Kedua, apabila membuka celah dengan melakukan perbuatan berdosa, dan belum membereskannya di hadapan Tuhan. Ketiga, kehidupannya masih dikuasai kedagingan. Lebih menuruti keinginan daging daripada keinginan roh, disebut hamba Tuhan kedagingan. Keempat, mudah terbuai dengan bujukan kenikmatan dunia. Hanyut dengan kata-kata manis dan iming-iming si penghipnotis. Kelima, hidup tanpa dipimpin Roh Kudus, lebih mengandalkan kekuatannya sendiri. Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 17:5 bahwa orang yang mengandalkan kepada kekuatannya sendiri itu terkutuk. Solusinya Sebenarnya jika anak-anak Tuhan, apalagi seorang hamba Tuhan, memiliki hubungan (relasionship) yang baik dengan Tuhan, dia tidak akan ”mempan” dihipnotis. Sebab ada kuasa ilahi yang melingkupi diri anak Tuhan tersebut. Ingat kisah dalam Ayub 1:10a ”Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?” Jadi, orang yang menghipnotis itu sendiri yang akan termakan oleh ilmunya. Mereka yang selalu memiliki waktu bersaat teduh secara khusus, rohaninya akan diisi oleh firman Tuhan yang dibaca dan diberi kekuatan baru melalui doa yang dipanjatkan. Firman Tuhan dan Doa merupakan senjata rohani untuk melawan kuasa jahat, termasuk hipnotis. Menjaga hidup kudus dan senantiasa berjalan dipimpin Roh Kudus akan menghindari kita dari segala bentuk serangan si iblis yang memakai orang-orang bermaksud jahat pada kita. Dalam segala keadaan dan di manapun berada selalu waspada. Sebab kita tidak tahu pada waktu kapan atau di tempat mana ”musuh” menyerang kita. Sehingga kita terhindar dari jerat si jahat.

MENJADI ORANG BESAR

Hidup manusia penuh dengan sebuah pilihan. Tidak menentukan sikap pun merupakan suatu pilihan, yaitu pilihan untuk tidak memilih apa-apa. Memilih untuk menjadi orang besar pun merupakan suatu pilihan, yaitu pilihan untuk hidup di atas rata-rata. Tentunya keinginan saja tidak bisa membuat seseorang menjadi besar. Perlu dibarengi dengan sikap dan tekad dalam mewujudkan keinginan tersebut berupa tindakan yang mendukung identitas orang tersebut. Satu biji mangga yang ditanam di pekarangan rumah, beberapa waktu kemudian akan bertumbuh dengan sendirinya dan menghasilkan buah. Biji mangga ini harus mengalami suatu proses terlebih dahulu sebelum dia menjadi sebatang pohon mangga yang kuat dan kokoh. Waktu biji mangga ini bertumbuh mencapai tinggi 20-30 cm, dia harus menghadapi terpaan angin sepoi-sepoi. Tinggi 30-50 cm, menghadapi terpaan angin yang lebih keras dari sebelumnya. Dan sewaktu biji mangga yang telah berubah menjadi pohon mangga ini sudah mencapai 1,5 sampai 2 meter. Seseorang yang sebelumnya tidak dikenal orang, mendadak bisa menjadi orang terkenal. Seperti yang dialami oleh pemenang AFI Junior, Indonesian Idol, atau lainnya. Awalnya mereka hanya biasa saja, bahkan ada yang berprofesi sebagai pengamen jalanan, yang kemudian menjadi orang terkenal, disebabkan dia menang dalam kontes nyanyi seperti di atas. Mendadak hidupnya berubah menjadi orang terkenal. Di mana-mana orang mengenalnya. Bahkan bila dia melakukan kesalahan sekecil apapun, berita tersebut akan diekspos dalam seketika waktu. Sehingga banyak orang yang mengetahui kesalahan apa yang sudah dia perbuat. Menjadi orang besar "Untuk menjadi orang besar, bergaullah dengan orang besar dan berpikirlah seperti orang besar berpikir". Ungkapan ini mengandung arti demikian: Seseorang yang hidupnya mau dikenal sebagai orang besar, maka dia harus banyak bergaul dengan orang-orang besar, yang sudah terbukti keberhasilannya dalam bidang yang mereka geluti. Bila setiap harinya bergaul dengan orang-orang biasa-biasa saja, maka hidupnya pun akan biasa-biasa saja. Tetapi bila kita bergaul dengan orang-orang besar, maka kita bisa terbawa menjadi besar. Baik dari segi ucapan, pola berpikir, maupun sikap akan berubah menjadi layaknya seperti orang besar. Tidak lagi hidup dalam kehidupannya di masa lalu. Ada suatu cerita mengenai telor burung rajawali yang dierami oleh seekor induk ayam. Sewaktu telor ini menetas, anak rajawali itu keluar dan dibesarkan oleh ayam. Setiap hari dia berperilaku seperti seekor ayam. Mengais makanan dari sampah. Minum dari air selokan yang kotor dan bau. Makanannya adalah cacing. Bila langit akan turun hujan, dia akan lari terbirit-birit seperti seekor ayam. Suatu kali dia melihat seekor rajawali yang terbang tinggi menjulang di langit. Dalam hati rajawali kecil ini dia berkata, "coba kalau saya bisa terbang seperti burung itu, pasti menyenangkan sekali." Tapi keinginan hanyalah tinggal keinginan. Sampai akhir hidupnya, rajawali ini hidup seperti layaknya seekor ayam. Sebab tidak ada yang memberitahukan bahwa dia bukan seekor ayam, melainkan rajawali. Seringkali banyak orang berlaku seperti rajawali yang bodoh ini. Dia tidak mengetahui identitas sebenarnya. Saya mau katakan bahwa Saudara adalah orang yang besar. Mengapa? Sebab Tuhan Yesus yang kita miliki juga adalah Allah yang Mahabesar. Dia telah mengubah hidup kita dan memberikan masa depan yang penuh harapan. Tuhan akan membawa kita naik menjadi kepala dan bukannya ekor (Ulangan 28:13). Biarlah kita menyadari keberadaan kita yang sebenarnya. Tuhan Yesus memberkati.

HIPNOTIS......1

Dr. Nandor Fodor mendefinisikan hipnotisme sebagai suatu keadaan kesadaran tertentu yang dilakukan secara dibuat-buat dan yang membebaskan kekuatan bawah sadar dalam diri subjek sehingga menempatkan dirinya dalam suatu hubungan dengan yang menghipnotis, membuat dirinya menerima dan dengan sangat cermat melakukan saran-sarannya, apakah ketika dalam keadaan terhipnosis atau pascahipnosis, yang tidak bertentangan dengan naluri menyelamatkan diri sendiri dan moralitas yang terdalam, dan menghasilkan efek-efek fisiologis yang aneh, seperti anestesi dan pengendalian luar biasa atas proses organik dari tubuh. Dalam keadaan tertidur karena hipnotis, rangsangan untuk bangun ditahan dengan kuat, orang yang tertidur mendengar dan menjawab (Encyclopedia of Psychic Science, 1966: 77). Suatu definisi yang objektif dan tidak berorientasi pada fisik tentang hipnotis adalah keadaan tertidur yang mengizinkan terjadinya serangkaian respons perilaku yang luas terhadap rangsangan. Individu yang terhipnotis kelihatannya hanya mengindahkan komunikasi dengan penghipnotis .... Bahkan memori dan kesadaran tentang diri mungkin diubah melalui sugesti dan efek-efek sugesti dapat diperluas (pascahipnotis) ke dalam suatu aktivitas sadar yang kemudian (Encyclopedia Britannica, 1974: 133). Jika demikian, hipnotisme dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk menghasilkan suatu keadaan tertidur buatan atau mengurangi kesadaran. Hipnotisme digunakan dalam berbagai cara. Ada orang-orang yang mempraktikkan hipnotisme diri dengan mencoba untuk menghilangkan beberapa kebiasaan buruk dari dirinya atau menyimpan suatu keadaan yang lebih tenang dalam pikirannya. Ada praktisi agama tertentu yang mempraktikkan metode-metode ekstrim menghipnotis diri sebagai suatu usaha untuk membuat diri mereka tidak lagi peka terhadap rasa sakit karena ditusuk pisau di berbagai bagian tubuh mereka. Ada tukang sulap yang menggunakan hipnotis sebagai suatu cara untuk menghibur publik. Ada sekolah-sekolah yang mengizinkan pertunjukkan sulap di mana tukang sulap akan memanggil beberapa siswa untuk dihipnotis. Banyak dokter menggunakan hipnotis untuk mendiagnosis dan melakukan terapi dalam merawat penyakit. Gagasannya ialah untuk mengubah aspek-aspek negatif dari perilaku seseorang. Suatu penggunaan lain dari hipnotis oleh ahli kebatinan, yang sudah sangat umum, ialah sebagai suatu seni sihir untuk mengendalikan perilaku beberapa individu. Ada beberapa opini yang berbeda tentang kesahihan dan manfaat hipnotisme. Ada yang memandang hipnotisme sebagai sesuatu yang netral, tidak baik, dan tidak buruk. Sementara yang lain berargumentasi bahwa hipnotisme dapat bermanfaat untuk diagnosis dan terapi. Namun, ada juga orang yang memandang hipnotisme sebagai sesuatu yang merusak, apa pun kasusnya. Karena hipnotisme merupakan suatu serangan terhadap jiwa manusia. Walaupun ada dokter yang menggunakan hipnotisme untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit, ada suatu tingkatan asosiasi yang berbeda antara hipnosis dan okultisme. Lagipula, ada orang yang terlibat dalam tindak hipnotis tanpa sama sekali mengikuti pendidikan khusus, baik secara medis maupun kedokteran jiwa. Ia menggunakannya sekadar untuk unsur hiburan saja. Penggunaan hipnotis, baik sebagai bagian dari okultisme maupun secara tidak profesional, dapat memberikan dampak yang mengerikan. Pertimbangkan contoh berikut seperti yang diceritakan Kurt Koch dalam bukunya "Occult ABC" (Occult ABC, 97 -- 98).

HIPNOTIS.......2

Saya diminta untuk berbicara di beberapa pertemuan di sebuah gereja Baptis di Negara Bagian Maine. Ketika berada di sana, pendeta gereja tersebut menceritakan kisah tentang anak laki- lakinya kepada saya. Anak laki-lakinya sudah bertobat kepada Kristus pada usia enam belas tahun. Ia sudah dibaptis dan menjadi anggota di gereja tempat ayahnya melayani. Ia pergi menuntut ilmu di sebuah sekolah menengah umum yang jauhnya kira-kira enam puluh mil dari tempat kelahirannya. Pada akhir tahun pelajaran, sebuah kegiatan hiburan diadakan bagi siswa dan guru. Kepala sekolah mengundang beberapa penghibur yang mempertunjukkan berbagai bentuk tipuan dan ilusi. Salah satu hiburan yang mereka lakukan ialah mengundang 25 siswa ke atas panggung untuk dihipnotis. Salah satu dari siswa-siswa itu diberi sebuah kentang merah yang besar dan dikatakan kepada siswa tersebut bahwa kentang itu sebenarnya sebuah apel dan ia diizinkan untuk menyantapnya. Siswa tersebut memakan kentang merah itu dengan lahapnya. Kepada siswa pria lain, tukang sulap itu berkata, "Kau adalah seorang bayi dan ini adalah botol susumu yang harus kau minum." Siswa tersebut meminum air susu tersebut sampai tetes yang terakhir. Kepada siswa ketiga, tukang sulap itu berkata bahwa cuaca sangat panas dan siswa itu kini ada di sisi sebuah danau dan ia dapat berenang sekarang. Siswa tersebut melepaskan pakaiannya dan berganti dengan pakaian renang. Semua acara ini menimbulkan tertawaan dan sambutan meriah dari penonton. Kepada anak laki-laki pendeta itu, tukang sulap itu berkata "Kau berada di sebuah arena pacuan kuda dan kudamu memiliki kesempatan untuk menang." Pemuda itu mulai menunggangi sebuah kursi yang ditempatkan di atas panggung seolah-olah ia sedang menunggangi seekor kuda. Ketika acara hiburan itu sudah berakhir, tukang sulap itu melepaskan mereka dari pengaruh hipnotis, semua kecuali anak pendeta tersebut yang tidak dapat dipulihkan dari kesadaran. Kepala sekolah itu menjadi sangat marah. Tetapi walaupun tukang sulap itu sudah berusaha mati-matian, ia tidak dapat menyadarkan anak itu dari pengaruh hipnotisnya. Tak ada yang bisa dilakukan lagi selain membawanya ke rumah sakit. Sebuah mobil ambulans menjemput anak itu ke rumah sakit di mana lima dokter spesialis mencoba untuk menyadarkan anak itu. Mereka ternyata tidak mampu. Ayah anak itu tidak diberitahu sampai enam hari kemudian. Begitu mendengar kabar tentang anaknya, ia langsung pergi ke rumah sakit dan membawa anaknya pulang. Kemudian pendeta itu teringat akan dokter keluarganya yang langsung datang. Dokter itu dengan marah berkata, "Seandainya ia adalah anak saya, saya akan menuntut kepala sekolah dan tukang sulap itu ke pengadilan." Pendeta dan istrinya berdoa selama beberapa hari, tetapi tidak ada perubahan apa pun. Tiba-tiba pendeta itu memperoleh gagasan untuk memerintahkan dalam nama Yesus. Ia memandang dengan iman kepada salib Kristus di Bukit Kalvari dan berseru, "Dalam nama Yesus Kristus, Anak Allah, aku perintahkan segala kuasa kegelapan untuk undur dari anakku." Seketika itu juga pengaruh hipnotis itu dipatahkan. Akhirnya, pacuan kuda itu berakhir.

HIPNOTIS ...3

Karena ada banyak contoh mengenai kasus hipnotis yang berakhir dengan bencana, George McDowell dan Don Steward dalam bukunya, "Handbook of Today`s Religions" (1983), dengan tegas memperingatkan agar kita semua menjauhi diri dari segala bentuk hipnotisme, baik dalam selubung hiburan maupun dalam bentuk okultisme. Jika seseorang mengizinkan dirinya dihipnotis, sebaiknya ia berada dalam situasi yang terkendali di bawah pimpinan dokter yang berkualitas dan berpengalaman. Pikiran manusia bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan sehingga membiarkan seseorang menguasainya. Hipnotis sebenarnya hanya bisa dipakai untuk tujuan yang sangat terbatas. Bahkan Encyclopedia Britannica yang sekuler pun memperingatkan hal ini. Meskipun dibutuhkan sedikit keterampilan untuk melakukan praktik hipnotis, latihan yang memadai dibutuhkan untuk menilai apakah hipnotisme merupakan suatu teknik perawatan yang tepat. Dan jika demikian halnya, bagaimana cara itu seharusnya dijalankan dengan baik dan benar. Bila digunakan dalam konteks perawatan medis, hipnotis seharusnya tidak boleh dilakukan oleh individu-individu yang tidak memiliki kompetensi dan keterampilan untuk memperlakukan masalah seperti itu tanpa penggunaan hipnotis. Untuk alasan ini, "aliran-aliran" atau "lembaga-lembaga" hipnotis tidak dapat menyediakan latihan yang dibutuhkan bagi individu-individu yang kurang memiliki latar belakang ilmiah yang lebih umum dan kualifikasi teknis dalam profesi penyembuhan .... Bila digunakan secara salah, hipnotis bahkan akan semakin menambah penderitaan kejiwaan dan memperberat penyakit pasien. Demikianlah, seseorang yang menderita tumor otak yang belum diketemukan mungkin akan mengorbankan hidupnya di tangan seorang praktisi hipnotis yang telah berhasil meredakan sakit kepalanya dengan sugesti hipnosis, yang dengan demikian memperlambat operasi yang seharusnya sudah dilaksanakan. Latihan diagnostik dan keterampilan terapeutik merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk menghindari bahaya penggunaan hipnotis yang tidak tepat dan kemungkinan berbahaya (Encyclopedia Britannica, 1974: 139). Alkitab mengatakan, "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun" (1Kor. 6:12). Kita tidak perlu dikuasai oleh kuasa sugesti dari orang lain.